Sabtu, 14 Mei 2011

Hadir lagi PC Tablet canggih... Samsung Galaxy Tab 10.1

Samsung memang tidak main-main, setelah terjual 10 juta unit Samsung Galaxy S di seluruh dunia, juga market share 71 persen di Indonesia -melampaui iPad- kategori tablet PC lewat Samsung Galaxy Tab (7 inci), Samsung segera menyiapkan generasi baru tablet Android: Galaxy Tab 10.1, dengan desainnya yang lebih kompak.

Dimensinya memang lebih besar dari Galaxy Tab 7 inci, namun lebih ringan, hanya 595 gram (berat total iPad 2 mencapai 601 gram). Bodinya pun tertipis di dunia; 0.14 inci (iPad 2 0,34 inci).

Samsung Galaxy Tab 10.1
Seri ini masih memakai konektivitas Bluetooth versi 2.1, namun memiliki dua antena Wi-Fi (dua antena wi-fi terpisah untuk pengiriman ataupun penerimaan data secara nirkabel ) sehingga makin kecepatan akses internet di lokasi hotspot semakin cepat. Jaringan GSM yang dipakainya juga telah ditunjang dengan teknologi 4G dan HSPA+ berkecepatan hingga 21 Mbps, dilengkapi kamera utama 3 MP dan diperkuat prosesor berkecepatan komputasi 1 Ghz Tegra2 dual core, sehingga mampu mendukung sistem operasi Android versi 3.0 alias Honeycomb.

Galaxy Tab 10.1
Untuk mendukung komitmen tablet PC seperti: layar yang menawan, kecepatan akses yang stabil juga kinerja yang memadai, serta layanan konten yang lebih variatif, dikembangkanlah user interface TouchWiz, dengan nama UX, yang lebih impresif dan menyesuaikan dengan homescreen. Tidak hanya mengandalkan konten aplikasi Android Market, Samsung mengembangkan toko digital Samsung Apps. Kabarnya, sebuah aplikasi chat atau instant messanging sedang dalam tahap persiapan. Aplikasi ini diharapkan akan melebihi WhatsApp dan BlackBerry Messenger. 


< Bibliography >

Rabu, 11 Mei 2011

Membuktikan ketangguhan i-MiEV

Mobil Elektrik i-MiEV
Pada hari-hari setelah bencana tsunami di Jepang terjadi, Maret 2011, mobil elektrik telah mampu membuktikan ketangguhannya (meski kendaraan itu dirancang seringan mungkin dan ban yang mungil), bukan karena mampu "off road", tetapi lantaran mampu hilir mudik di daerah bencana, dan dapat "mengisi bahan bakar" di "colokan" listrik biasa.

Penyulingan-penyulingan minyak yang rusak, dan jalan yang penuh hambatan sehingga membuat bensin menjadi barang yang sulit (sampai-sampai Tentara Bela Diri Jepang harus mengangkut bensin yang disumbangkan China), mengakibatkan mobil berbahan bensin sulit/tidak dapat diperasikan di daerah bencana.

Presiden Mitsubishi Motors, Osamu Masuko, menawarkan puluhan  mobil elektrik i-MiEV untuk kota-kota yang terkena dampak gempa. Kendaraan yang dirancang untuk kerja ringan ternyata cocok untuk kebutuhan di daerah yang terkena bencana, untuk membawa warga ke  pusat pengungsian, sekolah dan rumah sakit, mengangkut dokter, pekerja profesional dan sukarelawan.
Elektrik i-MiEV

Mobil itu memiliki tinggi sedikit di atas lima kaki dan lebarnya tak sampai lima kaki.  Berat i-MiEV kurang dari 2.400 pounds.  Baterainya seberat 400 pound terletak di bawah dek sehingga kendaraan itu punya pusat gaya tarik yang lebih rendah. Harga i-MiEV sebelum subsidi pemerintah adalah hampir empat juta yen, kira-kira 48.000 dolar AS. Pengiriman pertama ke AS, di mana mobil akan disebut hanya "i" akan mulai pada Januari 2012.) Harga kendaraan elektrik di Jepang memang tak murah tapi biaya energinya murah. Pada dealer Nissan, biayanya hanya 500 yen (6.02 dolar AS) selama 30 menit pengisian cepat, dan hanya 100 yen untuk pengisian normal (biasanya sepanjang malam). Segalon bensin, sebagai bandingan, berhaga kira-kira 7 dolar AS.

President Mitsubishi Motors, Masuko,  terkesan dengan kekokohan dan daya guna kendaraan buatan pabriknya.  Selama ini mereka berjuang melawan anggapan bahwa kendaraan itu mahal dan tak praktis.

Ada 89 i-MiEV terlibat dalam usaha pemulihan,  34 untuk prefektur Miyagi, 33 untuk prefektur Fukushima dan 18 untuk prefektur Iwate. Ishii dan pejabat-pejabat resmi di Sendai menggunakan mobil-mobil itu secara strategis. Dua digunakan untuk membawa makanan dan pasokan ke 23 pusat penampungan di kota, sementara dua lainnya melayani dokter. Petugas pendidikan menggunakan dua kendaraan lain untuk memerika kerusakan struktural sekolah. Yang lain membantu  mengantar pasokan ke taman kanak-kanak sekitar kota atau dipinjam kelompok relawan. Jika ada kebutuhan mendesak, kotapraja bisa menggunakan mobil-mobil untuk membantu membersihkan rumah rusak. Truk masih sulit beroperasi karena bahan bakar tak mudah didapat.

Kebanyakan mobil kembali setiap malam ke balai kota lalu  diisi dengan listrik  200 volt. Pengisian cepat  hingga 80 persen bisa dilakukan dalam 30 menit sedangkan pada outlet standar 100 volt membutuhkan waktu lebih dari 12 jam.

Pada 15 Maret, Soichi Kataoka, walikota Soja, yang letaknya kira-kira 600 mil barat daya Sendai, meminjamkan salah satu i-MiEV kota ke Asosiasi Dokter Kesehatan di Asia untuk mendukung kinerja di daerah Tohoku. Perlu empat hari untuk membawa mobil ke Tohoku.

HTC siap meramaikan smartphone Indonesia

HTC Salsa
Pelopor smartphone android, HTC, akan meramaikan pasar phone cell Indonesia, walau terbilang mahal, namun HTC tetap memiliki tempat tersendiri bagi para penggemar android. HTC akan menghadirkan dua ponsel yang dapat melakukan akses ke Facebook dengan menghadirkan tombol akses cepat berlogo Facebook; HTC Salsa dan HTC ChaCha, yang menggunakan sistem operasi Android dan menghadirkan HTC Sense untuk kemudahan penggguna. Kita nantikan saja kehadiran di Tanah Air. Smartphone HTC Salsa menggunakan prosesor Qualcomm MSM7227 600MHz dengan memori internal sebesar 512MB dan 512MB RAM, menggunakan layar sentuh 3.4 inci beresolusi 480 x 320 dan berbobot 120 gram plus baterai, serta kamera 5 megapixel pada sisi belakang dan kamera VGA di sektor depan. HTC Salsa menggunakan baterai berkapasitas 1520 mAh yang mampu bertahan 540 menit penggunaan bicara dan 445 jam mode standby. Untuk dukungan konektivitas, HTC SAlsa menggunakan Wi-FI IEEE 802.11b/g/n dan Bluetooth 3.0.

HTC Chacha
Sedangkan HTC ChaCha hadir dengan layar berukuran 2.6 inci beresolusi 480 x 320, namun memiliki dukungan full keyboard QWERTY dengan dominasi warna putih pada tombolnya. Memiliki bobot yang serupa dengan HTC Salsa yaitu 120 gram dengan baterai. Untuk kecepatan, HTC ChaCha menggunakan prosesor yang serupa yaitu Qualcomm MSM7227 600MHz dengan ROM sebesar 512MB dan RAM sebesar 512MB. Untuk penggunaan, ponsel pintar ini mampu bertahan hingga 450 menit saat digunakan untuk bicara dan hingga 430 jam saat mode standby, serta menggunakan baterai berkapasitas 1250mAh. Dukungan konektivitas seperti Wi-FI IEEE 802.11b/g/n dan Bluetooth 3.0 pun dimiliki oleh HTC ChaCha.

BacaanTerkini