Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pertanian. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Mei 2011

Emas Hijau Vanili, Tembus Pasar Internasional

Vanili merupakan tanaman sejenis anggrek. Bedanya, anggrek hanya memiliki akar lekat sedangkan vanili berakar tanah. Ada tiga varian vanili yang menjadi andalan petani untuk dibudidayakan dan mengambil buahnya. Ketiga varietas vanili ini adalah planifolia, pompona, dan black tahiti. Petani Indonesia dan Madagaskar lebih banyak membudidayakan varietas vanili planifolia.

Vanili Plants
Vanili merupakan produk tanaman penyedap rasa termahal kedua di dunia, yang sering disebut dengan emas hijau. Harganya mahal karena budidaya dan proses pasca panen lebih rumit dibandingkan tanaman lain. Di pasar internasional, harga komoditas ini lumayan tinggi. Salah satu perusahaan dari Amerika Serikat, Amadeus Vanilla Beans, yang menjual vanili dari berbagai negara mematok harga vanili kualitas terbaik asal Indonesia sebesar US$ 38,99 per pon, setara dengan Rp 363.607 per pon atau Rp 797.735 per kilogram (kg).

Penentu kualitas vanili ada beberapa factor: faktor bibit vanili, teknik budidaya, dan teknik pengolahan pasca panen, dan harga vanili Indonesia bisa jatuh karena pengolahan pasca panen yang salah, dengan pengolahan yang benar, harga jual vanili bisa lebih tinggi, dan bisa mendapat harga yang baik karena pengolahan pasca panen yang pas. Misalnya, untuk vanili paling kecil dengan panjang antara 15-17 sentimeter (cm), harganya minimal US$ 50 per kg, sedangkan harga vanili paling besar dengan ukuran lebih dari 20 cm mencapai US$ 100 per kg.

Informasi tentang harga yang bagus ini belum banyak menyebar ke telinga para petani. Sehingga, masih banyak yang enggan membudidayakan vanili. Villa Domba di Bandung bisa memproduksi 1-1,5 ton vanili kering setiap panen. Jadi, total penjualan antara US$ 50.000-US$ 75.000 untuk vanili berukuran kecil. Produksi ini berasal dari lahan sendiri dan produksi dari para petani plasma dan kemitraan Villa Domba.

vanilla-planifolia
Indonesia pernah menjadi produsen vanili terbesar di dunia tahun 2007. Namun, harga yang tak pasti dan kualitas vanili yang tak seragam membuat posisi itu kini tergeser. Budidaya vanili memang sulit. Tanaman yang sensitif ini butuh penanganan ekstra dan campur tangan manusia. Data Food & Agriculture Organization (FAO) tahun 2007 menunjukkan, Indonesia adalah produsen vanili terbesar dunia. Total produksinya mencapai 3.700 ton. Madagaskar menjadi produsen terbesar kedua dengan total produksi 2.800 ton.  Namun, produksi Indonesia terus menurun dan kini negara di benua Afrika itulah yang jadi produsen vanili terbesar di dunia.

Apa penyebabnya? Kualitas vanili Indonesia tidak seragam karena proses pengeringan yang jelek. Sebaliknya, vanili Madagaskar memiliki kualitas yang lebih seragam. Sebagai pembanding, kini harga vanili premium yang berasal dari Madagaskar di Amadeus Vanilla Beans US$ 59,99 per pon. Sedangkan harga vanili Indonesia US$ 38,99 per pon.

Budidaya vanili memang sulit. Vanili adalah tanaman yang sensitif dan perlu penanganan ekstra. Terlebih, tanaman ini butuh bantuan manusia untuk melakukan pembuahan. Di negeri asalnya, Meksiko, tanaman ini bisa melakukan pembuahan tanpa bantuan manusia. Maklum di sana , ada serangga Melipona yang membantu penyerbukan bunga vanili.

Sebelum mulai menanam vanili, petani harus memperhatikan lingkungan tempat budidaya. Vanili, yang habitat aslinya di hutan ini, hanya butuh 50% - 55% sinar matahari. Lebih dari itu, daun vanili akan menguning dan tentu saja berpengaruh pada hasil panennya. Penyesuaian lingkungan bisa dilakukan dengan menanam pohon peneduh, enam bulan sebelum penanaman vanili. Petani dapat menanam pohon gala atau kaliandra. Di Malaysia, petani vanili membangun tiang beton dan memberi jaring di bagian atas agar tanaman vanili diteduhi.

Langkah berikutnya, mengolah tanah tempat penanaman vanili yang membutuhkan tanah lempung dan humus untuk tumbuh subur. Demi menunjang pertumbuhan, tanah perlu digamburkan dan dipupuk dulu. Tahun pertama merupakan masa kritis vanili. Petani harus memperhatikan perambatan tanaman. Agar lebih baik, petani bisa memasang media perambatan vanili. Selain itu, petani harus menyingkirkan bekicot yang suka memakan vanili.

Pemupukan rutin berlangsung dua kali per tahun, dan satu tanaman vanili butuh lebih kurang lima kilogram (kg) pupuk. Dalam satu hektare lahan, cukup untuk sekitar 3.000 tanaman vanili. Jadi, dalam setahun perlu pupuk kandang hingga 30 ton. Dengan asumsi harga pupuk kandang Rp 1.000 per kg, ongkos pupuk dalam setahun Rp 30 juta.




Sekilas tentang tanaman vanili

Vanili (Vanilla planifolia) adalah tanaman penghasil bubuk vanili yang biasa dijadikan pengharum makanan. Bubuk ini dihasilkan dari buahnya yang berbentuk polong. Tanaman vanili dikenal pertama kali oleh orang-orang Indian di Meksiko, Negara asal tanaman tersebut. Nama daerah dari vanili adalah panili atau perneli.



Morfologi Vanili
Batang tanaman vanili kira-kira sebesar jari, berwarna hijau, agak lunak, beruas dan berbuku. Panjang rata-rata 15 cm. Tumbuhan melekat pada pohon atau tonggak yang telah disediakan. Daun vanili merupakan daun tunggal. Letaknya berselang-seling pada masing-masing buku. Warnanya hijau terang, dengan kepanjangan 10-25 cm serta lebar 5-7 cm.

Bentuk daun pipih, berdaging, bulat telur, jorong atau lanset dengan ujung lancip. Tulang daun sejajar, tampak setelah daun tersebut tua atau mengering, sedangkan pada waktu daun masih muda tidak jelas kelihatan.

Rangkaian bunga vanili adalah bunga tandan yang terdiri dari 15-20 bunga. Bunga keluar dari ketiak daun bagian pucuk batang. Bentuk bunganya duduk, berwarna hijau-biru agak pucat, panjang 4-8 cm dan berbau agak harum. Bunga vanili terdiri dari 6 daun bunga (3 sepal, 3 petal) yang terletak dalam dua lingkaran. Daun bunga bagian luar (sepal) sedikit lebih besar daripada bagian dalam petal. Satu dari petalnya berubah bentuk, menggulung seperti corong yang disebut BIBIR (ROSTELUM).


Reproduksi
Di Meksiko tanaman vanili dapat berbuah karena ada serangga yang membantu penyerbukannya. Putik pada bunga vanili tertutup oleh bibir, sehingga penyerbukan secara alamiah terhalang, kepala sari (anther) berisi dua butir tepung sari, letaknya lebih tinggi daripada kepala putik. Keistimewaan dari bunga vinili yaitu kepala putiknya berisi cairan perekat. Bila tepung sari diletakkan disana akan segera menempel dan terjadilahpembuahan.

Bunga vanili yang telah mekar hanya dapat bertahan satu hari. Jika bunga yang telah mekar itu tidak segera dikawinkan, akan layu dan kemudian rontok. Oleh sebab itu harus sering keliling kebun untuk mengontrol perkembangan vanili.

Saat yang baik untuk mengawinkan bunga vanili adalah pada pagi hari. Hari-hari basah dan kering sekali tidak baik untuk penyerbukan. Berhasil atau tidaknya penyerbukan akan tampak setelah dua atau tiga hari. Bunga yang berhasil diserbuki akan berubah warnanya menjadi lebih pucat. Enam buah daun bunganya akan layu tetapi tangkai bunganya tetap menempel pada tandan bunga. Bunga yang tidak berhasil diserbuki akan gugur. Setelah terjadi pembuahan antara 10-15 buah, bunga pada tandan yang masih kuncup sebaiknya dipangkas, agar zat makanan yang dihisap oleh tanaman diakumulasikan pada pembentukan dan pembesaran buah.

Pada waktu bunga mekar, panjang bakal buah 2-4 cm dengan garis tengah 5 mm. Satu minggu setelah penyerbukan bakal buah itu dapat mencapai panjang 8-10 cm. Lima minggu kemudian buah telah mencapai panjang maksimal 20-25 cm, dengan garis tengah 1,5 cm. Setelah buah mencapai perkembangan yang maksimal, lima atau enam bulan kemudian buah akan masak.

Warna buah mula-mula hijau muda, kemudian hijau tua disertai dengan garis-garis kuning menjelang masak. Buah yang telah masak berwarna coklat tua. Jika dibiarkan masak di pohon, buah akan pecah menjadi dua bagian, dan menyebarkan aroma vanili.Biji buah kecil-kecil, banyak sekali jumlahnya, berwarna hitam dan berukuran kira-kira 0,2 mm.

Jumat, 06 Mei 2011

Nikmatnya Kopi (Enrekang), konon kopi juga memiliki khasiat luar biasa...

Kopi Enrekang
Kopi enrekang memang nikmat, nikmat rasanya, nikmat pemasarannya. Sayangnya, masih banyak masyarakat yang belum tahu banyak mengenai buah komoditas kopi enrekang, sementara para penikmat kopi dunia sudah ramai-ramai memborong dan menikmati kopi enrekang. Nah, bagi penikmat kopi yang belum tahu kopi enrekang, bisa dibilang ketinggalan jaman deh, karena sebetulnya, kopi yang terletak di daerah dengan iklim dingin, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan ini, telah menjadi salah satu penghasil kopi berkualitas bagus yang mendapat pengakuan dari beberapa negara di dunia. Bahkan, tahun 2008, Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia (PKKI) menempatkan kopi hasil Bumi Massenrempulu tersebut di rating pertama terbaik di Indonesia. Wow…

Berdasarkan prestasi itu, Badan Pengelola Kawasan Pengembangan Ekonomi Terpadu (BP Kapet) Kota Parepare, Sulawesi Selatan, wilayah Ajatappareng kemudian menjalin kerja sama dengan investor dari negeri jiran, Malaysia, yang mulai melirik dan tertarik dengan biji kopi petani Enrekang.


Bagi anda penikmat kopi, tidak perlu terlalu khawatir dengan kebiasaan anda! Walau kopi memiliki dampak buruk bagi beberapa orang, akan tetapi di sisi lain, kopi memiliki beberapa khasiat bagi kesehatan. Berdasarkan kajian terbaru American Diabetes Association di Harvard School of Public Health, Amerika Serikat, menyatakan bahwa efek jangka panjang minum kopi dapat membantu mencegah diabetes. Percobaan awal dilakukan terhadap peminum kopi yang biasa mengkonsumsi satu sampai tiga cangkir sehari. Selanjutnya, percobaan ini dilakukan pada 100 ribu orang peminum sedikitnya enam cangkir kopi sehari. Hasilnya lebih memuaskan. Pencegahan diabetes terhadap perempuan meningkat sampai 30 persen, dan pria 54 persen. Untuk jumlah yang sama, efek jangka pendek kopi bisa menangkal radikal bebas, karena kopi mengandung antioksidan persentase tinggi. Kulit pun bisa lebih indah berkat bubuk hitam ini. Itulah mengapa beberapa produk kecantikan mengandung kopi.

Dalam jumlah yang tepat, kopi pun memiliki khasiat tak sepele dalam kesehatan tubuh. Tak tanggung-tanggung, khasiatnya bermanfaat bagi jantung dan liver kita. Sebuah studi masif di Harvard menemukan tidak ada peningkatan resiko serangan jantung pada peminum kopi jangka panjang. Dalam kasus tertentu kopi bahkan dapat menyelamatkan hidup. Peminum kopi berusia 55 hingga 69 tahun yang mengonsumsi kopi tiga cangkir per hari mengalami penurunan resiko kematian akibat serangan jantung sebesar 24 persen dibanding bukan peminum kopi, demikian menurut analisa penelitian yang dilakukan terhadap 27 ribu partisipan di Amerika Serikat. Lebih aneh lagi, resiko kematian akibat penyebab lain juga menurun sebesar 15 %.

Kopi bahkan dalam jumlah yang sedikit, terlihat mampu melindungi liver anda. Riset dilakukan oleh Kaiser Permanente menemukan kasus sirosis sedikit pada peminum alkohol yang juga menenggak kopi. Minum sedikitnya secangkir sehari memotong resiko sirosi hingga 30 persen, dan mengonsumsi 4 atau lebih cangkir sehari dapat mengurangi resiko hingga 80 persen bila dibanding mereka yang tidak mengonsumsi kopi.

Satu keuntungan lagi bagi peminum kopi, menurut penelitian tim peneliti Havard, AS, kebiasaan minum kopi mengurangi sepertiga resiko kemungkinan mengalami penyakit Parkinson. Penelitian yang dilakukan oleh tim Italia malah menunjukkan angka lebih rendah lagi, peminum kopi memotong resiko Parkinson hingga 80 % dibanding yang tidak mengonsumsi sama sekali.

Selain itu, Kopi juga diyakini bermanfaat untuk kecantikan, antara lain:
(1) Mampu mengangkat sel kulit mati sehingga bisa memperbaiki kulit yang rusak. (2) Dapat menetralkan kulit yang teriritasi sekaligus memberi nutrisi pada kulit. (3) Bisa menghilangkan bau badan. (4) Mampu merevitalisasi sel kulit baru dan menjaga kelembapan kulit. (5) Mampu menghilangkan bekas jerawat, vlek, dan noda hitam membandel. (6) Bisa menghilangkan selulit jika dilakukan secara teratur. (7) Dapat memperbaiki sirkulasi darah dan memecah lemak di tubuh yang dapat menimbulkan selulit. (8) Berfungsi sebagai astringent karena kandungan pH-nya sama dengan kulit kita (4,5) sehingga mampu mengurangi dan menghilangkan jerawat ataupun noda di kulit. (9) Memberi proteksi terhadap sinar UVA atau UVB.


Kopi Hitam
Dimana ya Enrekang itu? Enrekang terletak di ketinggian hingga 2.000 meter di atas permukaan laut (mdpl), yang sebagian besar wilayahnya berada dalam tekstur pegunungan dan berbukit. Di Kabupaten Enrekang, penghasil kopi terpusat di beberapa wilayah, antara lain Desa Bone-Bone di Kecamatan Baraka, Desa Buntu Sarong di Kecamatan Masalle, dan Desa Buntu Mondong di Kecamatan Buntu Batu.

Pemasaran kopi enrekang memang lebih mudah, dan harga jualnya pun terus merambat naik. Saat ini, harga kopi jenis arabika mencapai 180 dollar AS (setara Rp 160.000) per kilogram. Selain Malaysia, cita rasa kopi Enrekang juga menarik perhatian tiga investor asal Australia, China, dan Jerman. Tiga negara itu belum lama ini juga menyatakan keseriusannya menggarap potensi kopi arabika di Kabupaten Enrekang, yang rata-rata per tahun di tiap desa bisa menghasilkan 300 ton.


Berikut beberapa produk kopi Indonesia (Sulawesi +) yang sudah mendunia, ada yang minat?





Coffee Bean Direct Indonesia Sulawesi Kalossi, Whole Bean Coffee, 5-Pound Bag


Coffee Bean Direct Green Indonesia Sulawesi Kalossi, Whole Bean Coffee, 5-Pound Bag

Dark Celebes Kalossi 5lb bag 
 $41.16
 $39.97 
 $37.75 


Kopi Luwak


Kopi Luwak From Indonesia (Set of 2)

Sumatra Coffee Green (Raw Unroasted) Organic Fair Trade Permata Gayo Co-op Whole Bean 3.5 Lb Bag. Exquisite!

The Ginger People Ginger Chews, Original, 3-Ounce Bags (Pack of 24)
$56.99
$59.99
 $25.06
$63.03



    

BacaanTerkini